Playboy Indonesia
Baru-baru ini santer terdengar klo bakalan terbit majalah Playboy edisi Indonesia awal maret ntar. Seperti bisa ditebak, banyak reaksi yang bermunculan ntah itu pro maupun kontra. Semua yang kontra beranggapan, Indonesai sebagai negara dengan budaya timur yang masih menjunjung tinggi norma susila dan bukan negara sekuler, tidak sepantasnya mengijinkan majalah yang hanya menjual "aurat" terbit.Lain lagi yang pro, mereka lebih condong ke kebebasan pers, gambar-gambar nya pun merupakan "karya seni". Pokoknya seru deh, sampai-sampai ada ormas tertentu yang mengancam akan menyerang kantor perwakilan Playboy Indonesia jika masih ngotot menerbitkannya di Indonesia.
Terlepas dari yang pro maupun kontra, aku sendiri berpikir masyarakat negeri ini sebenarnya naif. Klo mau jujur, coba sekarang lihat di penjual majalah pinggir jalan, anda bisa dengan gampang menemukan tabloid lokal yang isinya full dengan gambar** model dengan pakaian seksi, tidak lupa dengan iklan** layanan sex yang bisa dengan mudah dilihat semua orang yang lewat tak terkecuali anak-anak yang kebetulan lewat bersama orang tuanya. Parahnya lagi kita bisa mendapatkan tabloid itu dengan harga murah. Atau dengan kata lain, dengan uang jajan anak SD aja udah bisa membeli tabloid spt itu.
Mungkin gambar** nya nggak sevulgar Playboy (gak tahu apakah Playboy Indonesia ntar formatnya seperti saudara tuanya or mirip-mirip dg majalah sejenis yang sudah beredar di Indonesia, semisal Popular), tapi klo kita baca narasinya, semuanya mengarah ke pemenuhan nafsu syahwat. Sebenarnya seperti ini yang bahaya. Klo cuma disuguhi gambar sih mungkin imajinasi kita gak sejauh klo disuguhi gambar plus narasi.
Sebenarnya semuanya bisa diselesaikan dengan jalan kompromi, asalkan pemerintah bener** bisa membuat regulasi yang pas untuk masalah seperti ini. Memang gak gampang membuat undang-undang, namun klo kita memakai asas kompromi aku kira gak ada yang merasa dirugikan. Intinya itu janganlah melarang, tapi lebih ke pembatasan. Misalnya saja :
- pembeli produk seperti ini min berumur 21 thn
- majalah seperti ini harus ditempatkan di tempat yang tersembunyi bukan dipajang di etalase yang semua orang bisa lihat, minimal menjauhkan pandangan anak-anak
-atau kalau perlu cover majalah ini dibungkus.
-Untuk masalah harga juga bisa jadi pertimbangan untuk lebih tinggi diantara majalah** sejenis yang udah ada, toh katanya gambar** yang ada adalah "karya seni"..biasanya karya seni khan dihargai mahal eheheheh.
Klo hal seperti diatas bener** diterapkan, aku rasa gak ada yang dirugikan. Klo sampai masih ada kebocoran, yang perlu ditindak adalah pedagangnya atau orang** yang gak bertanggung jawab yang sengaja mengedarkannya ke komunitas selain diatas.
Klo semua yang berbau katakanlah pornografi dan pornoaksi dilarang edar, mestinya tabolid** yang aku sebut diatas tadi gak beredar bebas di pinggir jalan. Playboy Indonesia lebih santer terdengar daripada WOW,BIBIR,LIPS,LAMER dsb masih buuuaaanyaakkk lagi..karena yah ada embel** Playboy-nya tadi. Sebuah merk dengan logo kelinci pakai tuxedo yang udah terkenal ke penjuru dunia..bahkan neraka kali yeee...heheheh.
So sekali lagi ..tergantung bagaimana kita menyikapinya..percaya gak percaya terserah anda..bahwa orang-orang Indonesia itu sekarang udah banyak yang munafik and naif. Moral yang selalu diagungkan, tapi coba anda lihat tingkah laku para pejabat yang korup atau pejabat kadilan yang sukanya meras and disuap. Jadi sekarang tuh yang paling penting bukan menjaga moral kita agar tidak rusak tapi gimana caranya ndandani moral bangsa kita yang udah berada pada titik nadir.

0 Komentar:
Post a Comment
sambungkan tulisan ini:
Create a Link
<< Halaman Utama