Is it My Destiny...?
Mungkin aku dan dia hanya bisa memendam perasaan ini tanpa bisa menyatukannya dalam suatu ikatan. Semuanya telah disadari takkan mungkin bisa disatukan..takkan mungkin bisa bersama. Tembok yang menghalangi terlalu kokoh.Semuanya hasrus bisa diikhlaskan..tentu saja dengan berat hati dan meninggalkan bekas luka yang teramat dalam. Manusia hanya bisa merencanakan namun Tuhan jualah yang menentukan.Meskipun akhir dari cerita belum jelas, tapi dari setengah lakon yang dimainkan ending nya sudah bisa ditebak. Masing-masing harus pergi menjauh, agar luka yang ditinggalkan tidak semakin perih.
Satu hal sudah pasti teratasi, tapi bagiku masih ada PR lain yang harus aku hadapi. Aku tidak bisa mengabaikan perasaan hati yang setia menungguku disini. Kejujuran memang pahit dan menyakitkan, tapi aku harap semuanya bisa diterima dengan kepala dingin dan hati yang tenang. Akupun tidak menginginkan hal seperti ini,, aku kepingin semuanya berjalan sesuai dengan jalurnya. Aku tidak mau membuat seseorang sakit atau bersedih, tapi aku juga tidak bisa membohongi diri sendiri klo dihatiku masih ada perasaan tersebut.
Aku hanya bisa berharap semoga semua ini bisa dimaafkan dan bersama-sama kembali ke jalur yang benar.

1 Komentar:
kembalilah ke jalan yg benar kalo itu memang sudah menjadi keputusan mas, mas nggak sendirian kok. aku berharap semoga keputusan yg mas ambil tidak akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Post a Comment
sambungkan tulisan ini:
Create a Link
<< Halaman Utama